Langsung ke konten utama

Postingan

AKU, CERITA SEPASANG MATA DAN TITIK BALIK KESADARAN MENJAGA KESEHATAN MATA

  (Ilustrasi mata) Kalau saja ada kesempatan untuk mengulang waktu, maka salah satu hal yang ingin saya perbaiki adalah masa-masa sebelum tahun 2000. Bukan semata tentang kenangan manis masa kecil beranjak remaja, tetapi lebih karena ada satu urgensi yang mengharuskan saya untuk lebih aware lagi dengan kondisi kesehatan mata saya. Sebab menginjak tahun 2000 segalanya perlahan mulai berubah.  Bermula dari jarak pandang terhadap sebuah objek benda yang mulai mengabur perlahan, seperti ada bukit kabut yang menutupi mata. Kala itu bilangan usia saya baru  saja menginjak angka 13 tahun. Setiap kali membaca tulisan guru di papan tulis, saya harus bersusah payah memicingkan kelopak mata agar bisa membaca tulisan dengan jelas. Meski saat itu saya terhitung duduk di bangku depan, namun hal tersebut ternyata tak terlalu banyak membantu. Sekali dua kali tempo, saya berusaha menikmati ketidaknyamanan saya selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.  Awalnya saya berpi...

IMPLEMENTASI KOKOH DAN TAHAN LAMO ALA SEMEN BATURAJA DALAM KIPRAH NYATA MEMBANGUN NEGERI

Dulu sebelum menikah, dunia konstruksi adalah hal yang sangat asing bagi saya. Bak seorang awam yang buta sama sekali dengan segala sesuatu berbau rancang bangun, itulah saya kala itu. Namun setelah menikah, pelan tetapi pasti kehidupan saya justru semakin dekat dengan dunia tersebut. Memiliki pasangan hidup dengan background profesi sebagai konsultan perencana sekaligus konsultan supervisi membawa saya pada dimensi baru mengenal seluk beluk tentang dunia bangunan. Denah, tampak, potongan, gambar 3D, kolom, sloof , hingga bekisting menjadi rangkaian kosakata yang familiar di telinga saya kini. Bak mendayung dua tiga pulau terlampaui, akhirnya saya malah mendapatkan kesempatan belajar gratis dari beliau.  Perjalanan awal pernikahan membawa kami pada satu komitmen untuk hidup mandiri, lepas dari bayang-bayang orang tua dan tinggal di sebuah rumah petak kecil yang tak jauh dari pusat kota. Pernah suatu hari ketika kami baru saja menempati rumah tersebut, secara tidak sengaja saya mel...

AKU, KENANGAN TENTANG BAPAK, DAN SEKUNTUM ASA UNTUK MASA DEPAN ANAK-ANAK INDONESIA

Sumber foto : Alinea.ID Kalau ditanya peristiwa apa yang membekas dalam ceruk memori dan meninggalkan kenangan menyakitkan hingga detik ini, maka salah satunya adalah peristiwa berpulangnya bapak untuk selamanya. Hampir tiga puluh tahun berlalu namun efeknya terasa sampai hari ini. Sosok cinta pertama bagi anak perempuannya itu berpulang ketika belum genap bilangan usia saya menginjak angka enam tahun. Menuliskan ini tak ubahnya seperti menyibak lembar demi lembar labirin memori dalam lobus frontal kepala saya. Menjelajah mesin waktu menuju tahun 1993, mendengar raung mobil ambulans yang membelah jalan raya menuju ke rumah, lalu saya -dalam sosok kecil berusia lima tahun- menyelinap masuk ke dalam kamar bapak yang entah mengapa kala itu nuansa temaram sekali lengkap dengan sebuah guling besar yang berdiri di salah satu sudutnya. Bapak terbaring lemah di atas ranjang. Kelak ketika dewasa, akhirnya saya tahu bahwa guling besar yang ada di kamar bapak itu adalah tabung oksigen yang berfu...